Category Archive Blog

ByNikisae Elevator

Jenis dan type elevator/lift berdasarkan pemakaiannya

Elevator bedasarkan muatanSecara umum jenis elevator / lift dilihat dari pemakaian muatan dapat digolongkan menjadi 3(tiga) kelompok yaitu:

1. Lift penumpang (passenger lift).
2. Lift barang (freight elevator).
3. Lift pelayan (Dumb waiter, lift barang berukuran kecil).

Lift pelayan (dumb waiter) sebenarnya termasuk dalam kategori lift barang namun oleh karena biasanya berkapasitas kecil antara 50kg s/d 300kg, maka lebih sering disebut lift pelayan (dumb waiter) daripada disebut lift barang.

Secara teknis lift-lift tersebut dapat kita bedakan pada interior dan perlengkapan operasi dari lift-lift tersebut. Juga pada sistem pengamanan operasi yang dipasang sebagian besar sama hanya pada dumb waiter sistem pengamanan operasi yang disediakan lebih sederhana.

Perbedaan tersebut akan semakin nyata apabila kita bandingkan antara lift barang untuk pabrik (besar) dengan penumpang yang dipergunakan didalam gedung-gedung diperkantoran.

Lift barang untuk pabrik (sesuai dengan kebutuhan) biasanya dilengkapi dengan pembukaan pintu-pintu yang lebih besar, baik dipasang dengan pembukaan secara horizontal (terdiri lebih dari dua daun pintu) maupun dipasang dengan sistem pembukaan pintu vertikal ( biasanya terdiri dari dua daun pintu atau lebih).

Perbedaan lain juga dapat dilihat pada cara penulisan kapasitas muatanya. Kapasitas yang digunakan pada COP (Car Operation Panel, Operation Panel Board) didalam kereta biasanya dinyatakan dalam kilogram (kg) atau (lbs) untuk jenis barang, sedangkan untuk lift penumpang seing dinyatakan dalam jumlah penumpang (person) atau kombinasi keduanya.

Akan tetapi perbedaan tersebut akan menjadi semakin tipis apabila kita perbandingkan lift penumpang dan lift barang yang terpasang dalam gedung perkatoran. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lift barang yang terpasang didalam gedung hunian dipersyaratkan juga untuk dapat mengangkut penumpang/ orang. Oleh karena itu pembagian jenis lift dapat juga dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Lift Penumpang (Passenger Elevator)
  2. Lift Service (Service Elevator, passenger-freight elevator)
  3. Lift Barang (Freight Elevator)
  4. Lift Pelayan (Dumb waiter)
ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 4

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 3”

D. Lekuk Dasar (Pit)

Ruangan dibawah dari ruang luncur yang fungsinya memberi kesempatan kereta untuk menghabiskan tenaga kinetik yang diredam oleh buffer pada saat lift mengalami jatuh ke pit.

  1. Peredam (Buffer)

Terletak di dua tempat, satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot imbang pada saat jatuh.

  1. Governor Tensioner

Merupakan pulli berbandul sebagai pemegang rope governor, terletak di pit.

  1. Stop Kontak

Terletak di dinding pit bagian depan sebagai sumber daya listrik sebagai penerangan pit pada saat melaksanakan perawatan atau perbaikan.

  1. Sakelar lekuk dasar (pit switch)

Terletak di dinding pit bagian depan sebagai sakelar pengaman bagi pekerja yang berada di pit.

E. Lobby Lift (Lift Hall)

  1. Lobi Lift (Lift Hall)

Ruang bebas yang terletak didepan pintu hall lift.

  1. Tombol Lantai (Hall Button)

Tombol pemanggil kereta di hall.

  1. Sakelar Parkir (Parking Switch)

Biasanya terletak di lobby utama di dekat tombol lantai (hall button), berfungsi untuk mematikan dan  menjalankan lift.

  1. Sakelar Kebakaran (Fireman Switch)

Biasanya terletak di lobi utama disisi atas hall button, berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control/ Fireman Operation.

  1. Petunjuk Posisi Kereta (Hall Indicator)

Biasanya terletak di transom masing-masing lift. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta.

 

ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 3

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 2”

C. Kereta (Car)

  1. Kereta (Car)

Kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (CWT) dengan tali baja lewat pully penggerak diruang mesin.

  1. Pintu Kereta (Car Door)

Terdiri dari beberapa bagian , antara lain door hanger, door sill, door panel dan door mekanisme yang mengatur buka-tutup pintu. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga salah satu pintu terbuka, lift tidak dapat dijalankan.

  1. COP (Car Operating Panel, Operating Panel Board)

Ada satu atau lebih COP, biasanya terletak pada sisi depan kereta (pada front panel). Pada panel tersebut terdapat tombol lantai dan tombol pengatur buka-tutup pintu.

  1. Interphone

Biasanya terletak pada COP (atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta, kamar mesin (machine room) dan ruang kontrol gedung.

  1. Alarm Buzzer

Terletak pada COP (OPB) berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain.

  1. Switching Box (biasanya menjadi satu dengan COP)

Biasanya terletak dibawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terdapat tombol-tombol pengatur.

  1. Floor Indicator

Nomor penunjuk lantai dan arah jalanya kereta. Biasanya terletak disisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP.

  1. Lampu Darurat (Emergency Light)

Biasanya terletak diatas atap kereta, fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat (listrik mati) dengan sumber dari battery.

  1. Sakelar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch)

Terletak pada pintu darurat diatas kereta. fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan.

  1. Sakelar tali baja (rope switch): optional

Terletak diatas kereta pada bagian pengikat tali baja(wire rope). Fungsinya untuk memastikan lift apabila ada salah satu tali baja (wire rope) kendor atau putus.

  1. Safety Link

Mekanisme penggerak alat pengaman (safety link) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor dikamar mesin. Berfungsi untuk menahan kereta over speed kebawah (didalam keadaan darurat).

  1. Selektor switch (untuk lift jenis lama)

Mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan selektor lift. Berfungsi untuk menghentikan kereta apabila selektor tape mengalami kerusakan (didalam keadaan darurat)

Kelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 1”

ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 2

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 1”

B. Ruang Luncur (Shaft/Hoistway)

Ruang luncur adalah lubang lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang diluarnya (kecuali untuk lubang 2 buah lift yang berdampingan).

  1. Ruang Luncur (Shaft/Hoistway)

Lubang lintasan kereta lift yang bebas hambatan antara pit sampai pada bagian lantai bawah ruang mesin lift.

  1. Rel (Guide Rail)

Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (counterweight). Ukuran rel untuk kereta biasanya lebih besar daripada rel untuk bandul pengimbang.

Terpasang tegak lurus dari bawah sampai keatas.

  1. Sakelar batas lintas (Limit Switch)

Ada 2 (dua) jenis sakelar batas lintas, yaitu untuk pembalik arah (direction switch) dan final switch. Biasanya terpasang pada rel kereta, terpasang dibagian atas dan bagian bawah rel. Berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai ruang mesin.

  1. Pelat Bendera (Floor Vane)

Dipasang pada rel yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door). Untuk jenis tertentu landing vane ditiadakan dan diganti dengan pulsa detector (encoder) di kamar mesin.

  1. Pintu pendaratan (Hall Door)

Terdiri dari beberapa bagian, antara lain: door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasangkan alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka lift dapat dijalankan.

Nama-nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letaknya, akan kami lanjutkan pada posting kami selanjutnya, yaitu: “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 3”

ByNikisae Elevator

Komponen lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 1

component elevatorNama-nama komponen lift/elevator berdasarkan letaknya dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu:

  1. Komponen pada Kamar Mesin.
  2. Komponen pada Ruang Luncur.
  3. Komponen pada Sangkar kereta.
  4. Komponen pada lekuk dasar (pit).
  5. Komponen pada lantai atau hall.

Mari kita bahas satu per satu apa saja komponen tersebut.

A. Kamar Mesin (Machine Room)

A.1. Panel-panel Kontrol.

  1. Panel distribusi (Distribution Panel)

Adalah panel penerima daya listrik dari panel sumber listrik utama dalam bangunan dan diteruskan ke panel lift.

  1. Panel Kontrol Lift

Terdiri dari satu atau beberapa panel yang berisi PCB dan mikrokomputer yang berfungsi untuk mengatur jalanya lift.

  1. Interphone

Biasanya terletak pada panel kontrol lift (atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara MR, Lift dan ruang kontrol.

A.2. Motor Traksi (Traction Machine)

  1. Motor Traksi (Traction machine)

Merupakan motor yang menggerakkan lift kearah naik maupun turun. Ada yang dihubungkan langsung dengan gigi ataupun tanpa roda gigi. Untuk lift dengan roda gigi biasanya disatukan dengan as yang dapat dipergunakan untuk penyelamatan penumpang dalam keadaan darurat.

  1. Rem

Tabung rem (break drum) biasanya terletak antara motor traksi dan kotak roda gigi (gear box) berfungsi untuk mengerem lift secara mekanikal (pada keadaan normal pengereman pertama biasanya dilakukan secara elektris pada motor).

  1. Pully tarik (driving sheave)

Terletak pada kotak roda gigi atau pada motor langsung, melalui gesekan tali baja (wire rope) merupakan penggerak langsung kereta lift.

A.3. Governor dan Selector

  1. Governor

Merupakan alat pengaman kecepatan lebih (over speed) yang berhubungan langsung dengan alat pengaman pada kereta dengan kawat baja (wire rope) yang berfungsi pada arah gerak sangkar turun.

  1. Pita pemilih lantai (floor selector)

Untuk lift lama peralatan ini biasanya berdiri sendiri akan tetapi untuk lift baru biasanya dipergunakan encoder yang disatukan dengan governor atau langsung ke as motor traksi. Fungsinya untuk mendeteksi posisi lantai kereta dalam ruang luncur (shaft).

A.4. Perlengkapan lainnya

  1. Lampu penerangan
  2. Ventilasi

Terdiri satu atau lebih exhaust fan dan grill.

  1. Peralatan Pengaman

Tempat perkakas khusus untuk pembukaan rem pada motor traksi. Biasanya diletakkan di dinding yang mudah dicapai.

Catatan: Untuk lift dengan sistem kontrol komputer biasanya disarankan dilengkapi dengan alat pengatur udara (air conditioning).

Nama-nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letaknya, akan kami lanjutkan pada posting kami selanjutnya, yaitu: “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 2”

ByNikisae Elevator

Sekilas perkembangan sistem electrical elevator/lift

kontrol panel lift

kontrol panel lift

Sistem control elevator/lift pada awalnya perkembanganya diawali dengan cara sangat sederhana, yaitu dengan mempergunakan tenaga non mekanik (mesin).

Sejarah perkembangan lift modern sebenarnya baru dimulai sjak 1830-an setelah diperkenalkannya pasangan wire rope dengan pully pada lift untuk pertambangan di Eropa yang segera diikuti oleh negara-negara lain termasuk Amerika.

Sampai awal 1970 perkembangan tersebut dikatakan relatip lambat, namun sejak diperkenalkannya transistor dan produk semi konduktor lain untuk pemakaian pada sistem kontrol lift, sejak saat itu perkembangan sistem kontrol mengalami perkembangan lebih cepat (umur suatu type sistem kontrol kontrol hanya sekitar 5 tahun).

Sistem kontrol elevator secara garis besar mempunyai sistem pengaturan yang dapat dikelompokan menjadi 3 bagian:

1. Pengaturan pada sistem penggerak (driving control).
2. Pangaturan pada sistem operasional (operation control).
3. Pengaturan pada sistem komando (group contol).

Perkembangan sistem pengaturan tersebut akhir-akhir ini berkembang sangat pesat terutama setelah diperkenalkan sistem digital pada sistem kontrol lift.

Perubahan tersebut merupakan reaksi nyata dari para produsen lift pada umumnya atas tuntutan pelanggan akan peningkatan efisiensi baiya operasi dan performance pemakaian yang lebih baik.

Satu pihak perkembangan itu menghasilkan peningkatan performance dan effisiensi pemakaian, baik dalam hal penggunaan sumber daya listrik (energi), performance pemakaian maupun sistem perawatanya, namun disisi lain penanganan pada saat pemasangan, penyetelan ulang (re-adjustment) ataupun perbaikan kerusakan pada sistem kontrol memerlukan keahlian dan peralatan khusus untuk menanganinya.

Kecepatan perubahan tersebut juga berakibat memperpendek umur pergantian antar model (type) atau bahkan generasi sistem kontrol yang lama ke sistem kontrol yang baru dan ini memacu timbulnya paradigma baru didunia “ELEVATOR” yaitu “semakin meningkatnya ketergantungan pemakai lift kepada pemilik merek”.

 

error: