Category Archive Blog

ByNikisae Elevator

Nama-nama komponen lift atau elevator

elevator-componen2Pada dasarnya komponen lift atau elevator dibagi menjadi empat bagian utama yaitu:
1. Komponen di ruang mesin (Machine Room)
2. Komponen di ruang luncur ( Hoistway).
3. Komponen di Kereta/ Car Lift
4. Komponen di luar ruang luncur pada tiap-tiap lantai.

Pada gambar dibawah ini bisa kita lihat bersama-sama apa saja komponen pada Elevator. Disini menggunakan mesin traction-geared elevator yang banyak digunakan.

bagian-bagian lift

Dengan adanya gambar ini mungkin kita dapat membahasnya dengan lebih ter-organisir berdasarkan fungsinya.

ByNikisae Elevator

Inilah sekilas cara kerja lift (elevator) secara umum

tombol liftCara kerja Lift atau Elevator secara umum yaitu lift atau elevator berjalan ke arah atas atau ke arah bawah. Perubahan arah atas dan arah bawah tersebut diatur berdasarkan permintaan tertinggi dan permintaan terendah. Maksudnya adalah jika lift/elevator sedang berjalan ke arah atas, arah lift/elevator akan berubah menjadi bawah jika telah melayani permintaan pada lantai paling atas, begitu pula dengan arah bawah jika lift/elevator sedang berjalan ke arah bawah, arah lift/elevator akan berubah menjadi atas jika telah melayani permintaan lantai paling bawah.

Manfaat dan keuntungan pasang lift atau elevator yaitu:
1. Menghemat waktu dan tenaga untuk naik atau turun dari beberapa lantai. Bahkan hanya dibutuhkan dalam hitungan detik maupun menit saja.
2. Tidak perlu kerepotan untuk memindahkan barang berat hingga mencapai puluhan lantai sekalipun pada suatu gedung, hanya membutuhkan beberapa detik saja menggunakan elevator.

Sistem kerja lift/elevator dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Simplex (tunggal)

Yang dimaksud dengan sistem kerja Simplex adalah elevator bekerja secara masing-masing atau tidak saling berhubungan satu sama lain. Contohnya adalah dalam sebuah gedung terdapat 4 buah elevator dengan 4 buah tombol, apabila tombol pertama ditekan tidak akan mempengaruhi lift/elevator lainnya

2. Duplex (ganda)

Yang dimaksud dengan sistem kerja Duplex adalah sistem lift/elevator yang saling berhubungan satu sama lain untuk menyelesaikan tugasnya. Contoh dalam sebuah gedung bertingkat di dalamnya terdapat 4 buah lift/elevator dengan 2 tombol, jika salah satu tombol ditekan maka kedua tombol akan menyala dan salah satu dari keempat lift/elevator akan melayani permintaan yang diminta.

Berdasarkan prinsip kerjanya, elevator / lift dibagi menjadi 2 macam kategori, yaitu:
1. Hidrolik Elevator yaitu menggunakan sistem hidrolik dimana elevator / lift diangkat seperti menggunakan dongkrak.
2. Traction Elevator adalah menggunakan Kabel/ tali baja atau biasa , dimana car diangkat , bukannya didorong dari bawah.

Cara kerja Hidrolik
Sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah, dengan kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.

Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut, pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik.

Cara kerja Traction
Elevator Konstruksi Lift/Elevator berupa sangkar atau kereta yang dinaik turunkan oleh mesin traksi, dengan mengunakan tali baja tarik, melalui ruang luncur didalam bangunan yang dibuat khusus untuk lift (hoistway). Agar kereta lift tidak bergoyang digunakan rel pemandu setinggi ruang luncur (hoistway) yang diikat dengan tembok ruang luncur lift. Untuk mengimbangi berat kereta dan bebannya digunakan bandul pengimbang (counterweight), beratnya sama dengan berat kereta ditambah dengan setengah berat beban maksimum yang diizinkan. Hal ini untuk memperingan kerja mesin traksi, karena pada saat kereta dipenuhi dengan beban maksimum,mesin traksi hanya berupaya mengangkat atau menaikkan setengah dari beban maksimumnya. Sebaliknya pada saat kereta kosong, mesin traksi hanya perlu mengangkat atau menaikan setengah dari beban maksimum yang berlebih pada counterweight.

Kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya menggunakan dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggenggam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.

Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini,dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta.Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai“kabel bergerak (traveling cable)”.

Mesin Traction terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Mesin Geared
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan pulli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.
2. Mesin Gearless
Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan pulli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor. Jadi kecepatan lift sama dengan kecepatan mesin gearless.

Kecepatan lift/Speed elevator

Dalam hal kecepatan, terutama untuk lift/elevator di Indonesia masih statis, jadi walaupun kerja lift/elevator sibuk atau tidak, kecepatan lift/elevator tersebut tetap sama. Kecepatan lift/elevator ditentukan oleh letak zone di mana lift/elevator tersebut melayani.

ByNikisae Elevator

Penemu elevator/lift penumpang pertama – Elisha Graves Otis

Elisha OtisElisha Graves Otis lahir pada tanggal 3 Agustus tahun 1811 di Vermount, Amerika Serikat. Ayahnya bernama Stephen Otis Jr. sementara ibunya bernama Phoebe Glynn. Elisha Grave Otis memiliki dua orang anak bernama Charles Rollin Otis dan Norton Prentice Otis yang merupakan hasil perkawinannya dengan Susan A. Houghton pada tahun 1834.

Sayangnya, Susan kemudian meninggal saat usia Charles masih delapan tahun sementara adiknya, Norton, saat itu masih balita. Ia kemudian menikah lagi dengan Elizabeth Otis. Usia Elisha Otis memang tidaklah panjang yakni hanya sekitar 49 tahun, ia meninggal pada 8 April 1861. Namun, hasil penemuannya bersama kedua anaknya layak memperoleh penghargaan.

Sejak kecil, Otis memang tertarik dengan mesin-mesin berat. Minat itu berlanjut hingga dewasa. Otis menempuh pendidikan dasar di kota kelahirannya dan pindah ke Troy, New York pada usia 19 tahun.

Pekerjaan yang ditekuninya tidak jauh dari besi, mesin dan bengkel. Usia 27 tahun, dia membuat gerbong kereta api dan kereta kuda di Vermont. Kemudian dia bekerja sebagai operator toko mesin. Ia pun mendapat kepercayaan memimpin para montir di Albany, New York, ketika berumur 34 tahun.

Tahun 1852 Otis mendapat tugas mengawasi pembangunan pabrik di Yonkers, New York. Ketika itu, dia melihat benda-benda berat serta para pekerja diangkat ke atas menggunakan katrol. Timbul pemikiran kalau akan sangat berbahaya jika tali katrol yang digunakan putus. Setelah melalui serangkaian percobaan, beberapa bulan kemudian Otis menemukan alat pengaman lift.

Barulah pada tahun 1853 Elisha Grave Otis memperkenalkan untuk pertama kalinya sistem pengaman pada Lift, ia mendemontrasikan alat penemuanya dalam suatu pameran di Crystal Palace, New York.  Dia mengujinya dengan menaiki sendiri lift tersebut beserta benda-benda berat lainnya. Kemudian lift tersebut ditarik ke atas dan pada ketinggian 30 meter. Ia meminta orang lain untuk memutuskan tali satu-satunya penahan lift, ternyata pesawat Lift ini hanya turun kebawah beberapa inchi. Rem keamanan ini dapat mencegah lift jatuh ke tanah dan Alat ini merevolusi industri lift.

sejarah-elevatorLalu pada tahun 1857 ia menciptakan lift penumpang yang pertama kali dipasang di Pusat Perbelanjaan Houghwout, New York. Mesin pada elevator ini digerakan dengan tenaga uap.

Elisha Graves Otis sebenarnya tidak menciptakan lift, namun ia menciptakan sesuatu yang mungkin lebih penting yaitu rem keamanan lift untuk mencegah lift jatuh ke tanah apabila terjadi putus tali seling / wire rope. Berkat rem keamanan ciptaan Otis meningkatkan keyakinan publik pada elevator dan memungkinkan munculnya tren baru gedung bertingkat yaitu Pencakar Langit.

Elisha Grave Otis meninggal dunia pada tahun 1861, ia meninggalkan dua orang anak yang bernama Charles dan Norton, lewat warisannya pada tahun 1867 mereka mendirikan Otis Brothers & Co.

Perusahaan yang didirikannya dikenal sebagai Otis Elevator Company, perusahaan elevator terbesar di dunia. Otis Elevator Company terus mengembangkan dan selalu membuat inovasi demi kemajuan teknologi Elevator. Dan saat ini teknologi Otis Elevator Company merupakan yang terkemuka di dunia.

ByNikisae Elevator

Sekilas sejarah singkat ditemukanya lift penumpang

sejarah-elevatorElevator atau yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat luas dengan nama lift. Lift adalah salah suatu alat Bantu dalam kehidupan manusia yang berfungsi untuk mempermudah aktifitas manusia yang rutinitasnya lebih sering berada didalam gedung-gedung bertingkat.Elevator merupakan alat transportasi yang pengendaliannya tidak dilakukan oleh manusia secara langsung, sehingga semua pengguna elevator sepenuhnya tergantung pada kehandalan teknologi dari alat transportasi vertikal ini.

Keberadaan dari elevator ini merupakan sebagai pengganti fungsi dari tangga dalam mencapai tiap-tiap lantai berikutnya pada suatu gedung bertingkat, dengan demikian keberadaan elevator tidak bisa dikesampingkan dikarenakan dapat meng-efisien-kan energi dan waktu pengguna elevator tersebut.

Pada awalnya sistem penggerak elevator  dimulai dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan tenaga non mekanik. Yaitu tenaga manusia atau binatang sebagai penggerak elevator atau lift. Sejarah perkembangan elevator modern baru dimulai sejak tahun 1830-an, setelah diperkenalkannya pasangan kawat seling (wire rope) dengan katrol   ( pully ). Awal mulanya penggunaan elevator ini digunakan untuk pertambangan di Eropa dan segera diikuti oleh negara-negara lain termasuk Amerika.

Perkembangan elevator sangat lambat sampai pada awal tahun 1970-an, namun sejak diperkenalkannya transistor dan  alat pendukung elektronik lainnya pada sistem kontrol elevator pada saat itulah perkembangan elevator begitu pesat. Berdasarkan jenis dan fungsinya Elevator dapat dibagi menjadi 3 , yaitu :

  1. Passenger Elevator / Lift Penumpang
  2. Dumbwaiter / Lift Makanan
  3. Freight Elevator / Lift Servis
error: