Inilah sekilas cara kerja lift (elevator) secara umum

ByNikisae Elevator

Inilah sekilas cara kerja lift (elevator) secara umum

tombol liftCara kerja Lift atau Elevator secara umum yaitu lift atau elevator berjalan ke arah atas atau ke arah bawah. Perubahan arah atas dan arah bawah tersebut diatur berdasarkan permintaan tertinggi dan permintaan terendah. Maksudnya adalah jika lift/elevator sedang berjalan ke arah atas, arah lift/elevator akan berubah menjadi bawah jika telah melayani permintaan pada lantai paling atas, begitu pula dengan arah bawah jika lift/elevator sedang berjalan ke arah bawah, arah lift/elevator akan berubah menjadi atas jika telah melayani permintaan lantai paling bawah.

Manfaat dan keuntungan pasang lift atau elevator yaitu:
1. Menghemat waktu dan tenaga untuk naik atau turun dari beberapa lantai. Bahkan hanya dibutuhkan dalam hitungan detik maupun menit saja.
2. Tidak perlu kerepotan untuk memindahkan barang berat hingga mencapai puluhan lantai sekalipun pada suatu gedung, hanya membutuhkan beberapa detik saja menggunakan elevator.

Sistem kerja lift/elevator dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Simplex (tunggal)

Yang dimaksud dengan sistem kerja Simplex adalah elevator bekerja secara masing-masing atau tidak saling berhubungan satu sama lain. Contohnya adalah dalam sebuah gedung terdapat 4 buah elevator dengan 4 buah tombol, apabila tombol pertama ditekan tidak akan mempengaruhi lift/elevator lainnya

2. Duplex (ganda)

Yang dimaksud dengan sistem kerja Duplex adalah sistem lift/elevator yang saling berhubungan satu sama lain untuk menyelesaikan tugasnya. Contoh dalam sebuah gedung bertingkat di dalamnya terdapat 4 buah lift/elevator dengan 2 tombol, jika salah satu tombol ditekan maka kedua tombol akan menyala dan salah satu dari keempat lift/elevator akan melayani permintaan yang diminta.

Berdasarkan prinsip kerjanya, elevator / lift dibagi menjadi 2 macam kategori, yaitu:
1. Hidrolik Elevator yaitu menggunakan sistem hidrolik dimana elevator / lift diangkat seperti menggunakan dongkrak.
2. Traction Elevator adalah menggunakan Kabel/ tali baja atau biasa , dimana car diangkat , bukannya didorong dari bawah.

Cara kerja Hidrolik
Sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah, dengan kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.

Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut, pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik.

Cara kerja Traction
Elevator Konstruksi Lift/Elevator berupa sangkar atau kereta yang dinaik turunkan oleh mesin traksi, dengan mengunakan tali baja tarik, melalui ruang luncur didalam bangunan yang dibuat khusus untuk lift (hoistway). Agar kereta lift tidak bergoyang digunakan rel pemandu setinggi ruang luncur (hoistway) yang diikat dengan tembok ruang luncur lift. Untuk mengimbangi berat kereta dan bebannya digunakan bandul pengimbang (counterweight), beratnya sama dengan berat kereta ditambah dengan setengah berat beban maksimum yang diizinkan. Hal ini untuk memperingan kerja mesin traksi, karena pada saat kereta dipenuhi dengan beban maksimum,mesin traksi hanya berupaya mengangkat atau menaikkan setengah dari beban maksimumnya. Sebaliknya pada saat kereta kosong, mesin traksi hanya perlu mengangkat atau menaikan setengah dari beban maksimum yang berlebih pada counterweight.

Kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya menggunakan dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggenggam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.

Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini,dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta.Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai“kabel bergerak (traveling cable)”.

Mesin Traction terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Mesin Geared
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan pulli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.
2. Mesin Gearless
Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan pulli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor. Jadi kecepatan lift sama dengan kecepatan mesin gearless.

Kecepatan lift/Speed elevator

Dalam hal kecepatan, terutama untuk lift/elevator di Indonesia masih statis, jadi walaupun kerja lift/elevator sibuk atau tidak, kecepatan lift/elevator tersebut tetap sama. Kecepatan lift/elevator ditentukan oleh letak zone di mana lift/elevator tersebut melayani.

About the author

Nikisae Elevator administrator

PT. NIKISAE TORINDO PERDANA | Constractor and distributor Elevator Lift, Escalator and Spare parts

Leave a Reply

error: