Category Archive Blog

ByNikisae Elevator

Perbedaan eskalator dan travelator yang wajib anda ketahui

fuji escalator - hargalift.com

Escalator

Escalator dan Travelator adalah sistem transportasi vertikal didalam bangunan gedung untuk memindahkan orang / barang dari satu lantai ke satu lantai yang berikutnya.

Escalator pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20 dalam upaya memenuhi keinginan untuk dapat mengangkut manusia dalam jumlah banyak secara berkesinambungan dari lantai bawah ke lantai di atasnya. Sedang travelator (moving walks) baru diperkenalkan pada sekitar tahun 1950-an. Travelator adalah sistem transportasi vertikal yang rancang sanggup menghantarkan manusia ke tempat yang jaraknya cukup jauh dan relatif mendatar (kemiringan yang kecil).

Perbedaan keduanya adalah :

  • Escalator diprioritaskan untuk transportasi orang dengan barang bawaan yang dijinjing sedangkan
  • Travelator untuk transportasi orang dengan barang yang didalam trolley.
  • Travelator mempunyai sudut kemiringan lebih landai sekitar 50%.

Escalator atau tangga jalan adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga

travelator atau moving walk

Travelator atau Moving Walk

terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.

Escalator dirancang untuk mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya, untuk jarak yang pendek. Escalator banyak digunakan di daerah pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum lainnya.

Escalator hanya mempunyai dua jenis, jalur tunggal (untuk satu orang berdiri) dengan lebar 60 – 81 cm, dan jalur ganda (untuk dua orang berdiri bersamaan dalam satu anak tangga) dengan lebar 100 – 120 cm. Kemiringan maksimum yang dapat diterima adalah 35°, dengan ketinggian maksimum 20 meter. Sedangkan ramp berjalan hanya mampu mempunyai ketinggian maksimum 15°, dengan kecepatan antara 0,60 sampai dengan 1,33 meter/detik.

Kemampuan eskalator mengangkut orang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Daya Angkut Eskalator dalam Waktu Lima Menit

Jenis Eskalator

Kecepatan

Jumlah Penumpang

Tunggal

0,45 m/det

170 orang

Tunggal

0,60 m/det

225 orang

Ganda

0,45 m/det

340 orang

Ganda

0,60 m/det

450 orang

Keunggulan escalator dan Travelator :

  • Mempunyai kapasitas untuk memindahkan orang dalam jumlah banyak.
  • Dapat menggantikan fungsi tangga.
  • Tidak membutuhkan waktu tunggu, kecuali pada kondisi lalu lintas manusia yang sangat padat.
  • Sangat bermanfaat untuk kebutuhan lalu lintas yang dapat meningkat dalam waktu-waktu tertentu.
  • Dapat mengarahkan arus manusia ke jalur tertentu.
  • Memudahkan orang untuk melihat-lihat sekelilingnya.
  • Perpindahan dari lantai ke lantai berlangsung secara lancar.
  • Dapat digunakan di ruang terbuka, jika digunakan yang tahan air (water proofed escalator / travelator).
  • Menjamin mengalirnya arus lalu lintas pada kecepatan tertentu.
  • Menjadikan lantai basement aksesibel, sama halnya dengan lantai permukaan tanah.
  • Menyediakan titik pemeriksaan (check point) yang efektif.
  • Digunakan untuk penggunaan lift double decker.
  • Digunakan untuk penggunaan lift dengan layanan ganjil / genap.
  • Sangat baik untuk jarak vertikal yang tidak terlalu panjang.

Pemilihan Escalator dan Travelator ditentukan oleh besarnya kapasitas yang diinginkan karena kecepatannya sudah tertentu, sedangkan faktor lainnya yang juga harus dipertimbangkan adalah hal sebagai berikut :

  • Sudut kemiringan, lebih didasarkan pada keterbatasan perencanaan dan kenyamanan.
  • Tinggi antar lantai, lebih didasarkan pada keputusan perencanaan.
  • Sistem operasi, memungkinkan escalator bisa digerakan dengan arah keatas atau kebawah.

Semoga bermanfaat.

ByNikisae Elevator

Penemu eskalator dan prinsip kerja eskalator

Jesse W Reno-Charles D Seebegers

Jesse Wilfred Reno dikenal oleh dunia sebagai penemu dari esklator atau tangga berjalan. Sebenarnya Reno bukanlah orang pertama yang pernah mematenkan produk eskalator namun pernah ada nama Nathan Ames yang berasal dari Saugus. Sayangnya rancangan milik Ames tidak pernah direalisasikan. Hingga akhirnya diambil alih oleh Jesse W Reno. Pada tahun 1892 Jesse W Reno diketahui sebagai penemu eskalator karena telah mematenkan produknya dengan sebutan inclined elevator.

Setelah Jesse W Reno mematenkan produknya, pada tahun 1897 munculah nama Charles D Seebegers yang mengklaim dirinya sebagai penemu eskalator. Penemuan eskalator milik Jesse W Reno dan Charles memiliki perbedaan. Pada eskalator ciptaan Reno hanya menggunakan ban berjalan yang tidak ada ujungnya.

Sedangkan penemuan milik Charles dilengkapi dengan alat pijakan kaki tangga. Lalu pada tahun 1899, Charles bergabung dengan perusahaan Otis. Dengan gabungnya Charles di perusahaan tersebut maka muncullah eskalator pertama yang dipasang untuk umum di Paris Exhibition pada tahun 1900.

Eskalator yang kita kenal seperti sekarang adalah hasil karya charles d seeberger pada tahun 1897. Ia juga yang menggunakan nama “escalator”, yang di ambil dari kata latin “scala” yang artinya “langkah” dan elevator. seeberger dan otis kemudian merancang eskalator publik pertama yang digunakan di paris exhibition tahun 1900 dan memenangkan hadiah pertama. seeberger kemudian menjual hak patennya kepada otis pada tahun 1910.

Kini, di gedung-gedung bertingkat, termasuk pusat-pusat perbelanjaan, eskalator seakan sudah menjadi fasilitas yang wajib ada. Demikian pula dengan lift. Memang, ada kengerian menapakkan kaki ke atasnya, terutama pada mereka yang baru pertama kali (hendak) menggunakannya. Wajar saja, karena kaki harus menginjak anak tangga yang bergerak.

Cara kerja eskalator memang mirip ban berjalan. Sebuah motor listrik memutar gir di bagian atas eskalator yang kemudian menggerakkan sepasang rantai yang menghela anak-anak tangga. Biasanya sebuah eskalator menggunakan motor berkekuatan 100 tenaga kuda untuk memutar gir tadi. Motor dan sistem rantai itu “dikandangkan” di dalam truss, sebuah struktur baja yang membingkai eskalator.

Satu hal yang mengagumkan dari eskalator adalah bagaimana anak tangga itu bergerak. Setiap anak tangga memiliki dua set roda, yang berputar sepanjang dua rel yang berbeda. Roda atas (dekat anak tangga) disambungkan ke rantai yang berputar, yang ditarik oleh gir atas. Roda lainnya hanya berputar sepanjang lintasannya, mengikuti gerakan roda pertama. Rel tadi dipisah sedemikian rupa sheingga setiap anak tangga akan selalu dalam posisi datar. Masing-masing anak tangga memiliki serangkaian kaitan di dalamnya, sehingga tidak lepas dengan anak tangga di belakang atau di depannya selama proses pemutaran oleh gir.

Supaya keseimbangan orang yang naik eskalator terjaga, dibuatlah pegangan tangan (handrail) berupa sabuk karet yang kecepatannya diatur seirama dengan kecepatan anak tangga. Meski kecepatannya sedeang-sedang saja (27 – 55 m per menit), daya angkut eskalator tak bisa disepelekan. Pada kecepatan 44 m per menit, eskalator sanggup mengangkut 10.000 orang setiap jamnya!

Fleksibilitas eskalator membuatnya cocok untuk pusat perdagangan, tempat hiburan, kantor, atau penggunaan lainnya. Namun, Otis tetap mengutamakan keselamatan pengguna. Ada deflektor khusus yang mencegah benda tidak masuk ke handrail entry box. Penggunaan bahan potongan alumunium yang tak mudah lepas menjamin kekuatan anak tangga.

Faktor estetika juga amat diperhitungkan. Desainnya harus sesuai dengan interior bangunan agar terlihat makin elegan dan aman.

ByNikisae Elevator

Nama-nama komponen elevator/lift dan fungsinya pdf

Elevator/lift adalah sarana transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift pada umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi, biasanya lebih dari 3 atau 4 lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator. Lift pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan mereka.

Type Lift/Elevator terbagi menjadi 5, yaitu:

1. Lift Penumpang/Passenger Lift
2. Lift Rumah/Home Lift
3. Lift Rumah Sakit/Bed Lift
4. Lift Barang/Freight Lift
5. Lift makanan/Dumbwaiter

Pada dasarnya komponen pada lift/elevator dibagi menjadi empat bagian utama yaitu:

A. Komponen di ruang mesin (Machine Room)
B. Komponen di ruang luncur ( Hoistway)
C. Komponen di Kereta/ Car Lift
D. Komponen di luar ruang luncur pada tiap-tiap lantai

Pada gambar dibawah ini bisa kita lihat bersama-sama apa saja komponen pada lift atau Elevator. Disini menggunakan mesin traction-geared elevator yang banyak digunakan.

component elevator

Baiklah saya akan mulai menjelaskan secara singkat satu persatu komponen tersebut.

A. Komponen di ruang Mesin (Machine Room)

  1. Control System atau Control Panel (Lemari Kontrol)
    Berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan kerja dari pada lift tersebut. Permintaan baik dari luar maupun dari dalam kereta dicatat dan diolah, kemudian memberikan intruksi-intruksi agar lift bergerak, dan berhenti sesuai dengan permintaan.
  2. Geared Machine atau Mesin Penggerak lift
    Di dalam raung mesin terdapat satu mesin penggerak jenis geared. Pada mesin ini, perputaran dari motor penggerak ditransformasikan oleh roda gigi sehingga dari putaran motor tinggi dapat berubah ke putaran rendah. Kecepatan maximum dari kereta lift dengan sistem geared adalah 150mpm.
    Pada mesin penggerak ini terdapat brake (rem) dimana rem ini akan bekerja jika motor penggerak tidak dialiri listrik.
  3. Primary Velocity Transducer/ Encoder
    Terdapat satu alat dengan mesin lift pada mesin penggerak yang berfungsi untuk mendeteksi putaran motor atau kecepatan dari lift.
  4. Governor
    Governor adalah alat pengaman, dimana jika kecepatan lift melebihi batas-batas yang telah ditentukan, maka governor ini akan bekerja dan kereta akan berhenti baik oleh elektrik maupun maupun mekanik.
  5. Lalu satu komponen yang merupakan Optional yaitu ARD (Automatic Rescue Drive)
    Yang berfungsi apabila sumber listrik dari PLN mendadak mati dan lift akan berhenti disembarang tempat setelah lebih dari 15 detik maka ARD akan bekerja untuk menjalankan lift ke lantai terdekat. Setelah lift sampai pada lantai otomatis lift akan mati. Lift akan normal kembali setelah listrik PLN hidup kembali.

B. Komponen di ruang luncur (Hoistway)
Ruang luncur adalah lorong atau lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang di luarnya kecuali untuk lubang dua buah lift berdampingan.

  1. Guide Rail atau Rel Pemandu
    Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (Counterweight). Ukuran rel untuk kereta/ car biasanya lebih besar dari pada rel bandul pengimbang/ counterweight. Guide rail ini terpasang tegak lurus dari dasar pit sampai di bawah slap ruang mesin.
  2. Limit Switch/ Saklar Batas Lintas
    Ada dua jenis saklar batas lintas yaitu untuk membalik arah (direction switch) dan final switch. Biasanya komponen ini terpasang di rel kereta, dipasang dibagian bawah dan dibagian atas rel. Yang berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai kamar mesin.
  3. Vane Plate/ Pelat Bendera
    Dipasang di rel kereta yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door).
  4. Landing Door/ Pintu Pendaratan
    Terdiri dari beberapa bagian, antara lain door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka maka lift tidak akan bisa dijalankan.
  5. Buffer
    Terletak di dua tempat yaitu: satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang/ counterweight. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot pengimbang pada saat jatuh.
  6. Governor Tensioner
    Merupakan pully berbandul sebagai penegang rope governor yang terletak di pit.

C. Komponen di Car/ Kereta

  1. Car/ Kereta adalah kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (Counterweight) dengan tali baja lewat pully penggerak di ruang mesin,
  2. Car Door/ Pintu Kereta
    Terdiri dari beberapa bagian, antara lain: door hanger, door sill, door panel dan door mekanisme yang mengatur buka tutup pintu. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri dengan pintu pendaratan/ landing door sehingga apabila pintu terbuka maka lift tidak dapat dijalankan.
  3. COP (Car Operating Panel)
    Ada satu atau lebih COP. Biasanya terletak pada sisi depan kereta (front return panel). Pada panel tersebut terdapat tombol-tombol lantai dan tombol pengatur buka tutup pintu.
  4. Interphone
    Biasanya terletak pada COP (pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta, kamar mesin (Machine Room) dan ruang kontrol gedung.
  5. Alarm Buzzer
    Yang berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain.
  6. Switcing Box
    Biasanya menjadi satu dengan COP. Yang terletak dibagian bawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terdapat tombol-tombol pengatur.
  7. Floor Indicator
    Nomor penunjuk lantai dan arah jalannya kereta. Biasanya terletak disisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP.
  8. Lampu Darurat atau Emergency Light
    Biasanya terletak diatas atap kereta, fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat  (listrik mati) dengan sumber battery.
  9. Saklar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch)
    Terletak pada pintu darurat diatas kereta, fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan.
  10. Safety Link
    Mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor di kamar mesin. Berfungsi untuk menahan kereta over speed ke bawah (dalam keadaan darurat).

D. Komponen di luar ruang luncur atau di Hall

  1. Tombol Lantai
    Tombol pemanggil kereta di lantai/ hall.
  2. Saklar Parkir
    Biasanya terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button) berfungsi untuk mematikan dan menjalankan lift.
  3. Saklar kebakaran/ Fireman Switch
    Biasanya terletak di lobby utama disisi atas hall button, berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control/ fireman operation.
  4. Hall indicator atau Penunjuk Lantai
    Biasanya terletak di transom atau hall button pada masing-masing lift. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta.
ByNikisae Elevator

Biaya pasang lift rumah tinggal layaknya sebuah hotel

home-liftIngin memiliki rumah tinggal yang nyaman layaknya hotel berbintang penuh dengan fasilitas yang memanjakan? Sekarang semua itu bukan hal yang tidak mungkin. Salah satu fasilitas yang bisa memanjakan penghuni rumah adalah dengan pasang lift rumah. Nah, kali ini saya akan memberikan tips yang  perlu anda pertimbangkan sebelum pasang lift rumah tinggal.

Lift yang biasa kita jumpai pada bangunan tinggi seperti bangunan kantor, mall dan sebagainya ternyata bisa digunakan di rumah. Hmmmm… kenapa ya ada orang yang menggunakan lift pada huniannya?.

Ternyata lift atau elevator di dalam rumah dapat memberikan kemudahan bagi penghuni rumah. Selain itu lift juga dapat memudahkan bila Anda mempunyai banyak anak kecil atau akses bagi orang jompo dan orang sakit.

Seperti di sebuah hunian yang satu ini contohnya. Memilki 3 lantai dengan penggunaan sebuah lift traksi untuk aksesnya. Dinding lift dibuat transfaran dengan sebuah kaca tempered, jadi saat menggunakannya kita dapat melihat pemandangan ke arah dalam rumah. pintu lift juga didesain semenarik mungkin oleh pemilik. Hal ini dijadikan juga sebagai salah satu elemen dekorasi pada lift.

Hmmmm…. Kira-kira berapa ya harga untuk membuat sebuah lift di dalam rumah? Menurut pemilik rumah, harga yang mungkin Anda keluarkan untuk satu buah home lift atau lift rumah tinggal berkisar antara 200-400 juta rupiah. Harga tersebut sudah termasuk dari instalasi sampai selesai dan siap digunakan. Tertarik untuk mencoba memasang lift di dalam rumah anda?. Semoga bermanfaat.

ByNikisae Elevator

Prinsip Kerja Motor ac 3 Phase, mesin permanent magnet/synchronous machine

synchronous motorMotor  AC adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah energi listrik arus bolak-baik (AC) menjadi energi gerak atau mekanik berupa putaran rotor. Motor arus bolak-balik terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang diam (stator) dan bagian yang bergerak (rotor).

Salah satu jenis motor arus bolak-balik adalah motor sinkron/serempak tiga phasa. Dikatakan motor sinkron tiga phasa karena motor ini beroperasi pada sumber tegangan tiga phasa. Dan dikatakan motor sinkron karena putaran medan stator (medan putar) dan putaran rotor serempak/sinkron.

Jika dibandingkan antara motor induksi dan motor sinkron, terdapat perbedaan yang sangat prinsipil pada karakteristik berbeban pada kedua jenis motor ini. Pada motor induksi, penambahan beban akan menyebabkan kecepatan putar motor akan berkurang. Berkurangnya kecepatan mengurangi GGL lawan sehingga tambahan arus akan ditarik dari sumber untuk menggerakkan beban yang bertambah agar kecepatan putar kembali seperti semula.

Pada motor sinkron, hal ini tidak terjadi karena ketika masih bekerja maka rotor motor sinkron akan selalu terikat atau terkopel secara magnetis dengan medan putar dan dipaksa untuk turut berputar dengan kecepatan sinkronnya. Dengan demikian, penambahan beban tidak berpengaruh terhadap putaran motor. Namun jika penambahan beban melebihi batas kekuatan kopel rotor dan medan putar stator maka rotor motor akan berhenti bekerja. Motor sinkron pada pengoperasiannya tidak dapat melakukan start awal (self starting), oleh karena itu motor sinkron tiga phasa membutuhkan penggerak mula (prime mover) untuk memutar medan pada stator sampai pada kecepatan putar medan putar stator.

Pada motor sinkron, perubahan beban tidak mempengaruhi kecepatan putar motor karena ketika motor masih bekerja maka rotor akan selalu terikat atau terkopel secara magnetis dengan medan putar dan dipaksa untuk berputar dengan kecepatan sinkronnya. Karena demikian, motor sinkron biasanya digunakan pada sistem operasi yang membutuhkan kecepatan konstan dengan beban yang berubah-ubah. Contohnya Rolling Mills, Mesin Penghancur (Crusher), Pulp Grinders, Reciprocating Pump, elevator dan lain-lain. Dengan demikian kita perlu mempelajari konsep dari motor sinkron, dimana motor sinkron ini dapat menjadi suatu pilihan yang tepat untuk sistem operasi yang membutuhkan kecepatan yang konstan dengan beban yang berubah-ubah.

Pada sebuah induksi motor, rotor harus memiliki slip. Kecepatan rotor harus kurang atau terlambat dari perputaran fluks stator supaya arus diinduksikan ke rotor. Jika induksi rotor motor tersebut itu bertujuan untuk mencapai kecepatan sinkron, maka tidak ada garis gaya yang memotong melalui rotor, sehingga tidak ada arus yang akan diinduksikan ke rotor dan tidak ada torsi yang akan dikembangkan. Synchronous motor memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Sebuah stator tiga fasa sama dengan motor induksi. Stator yang memiliki tegangan menengah sering digunakan.
  • Sebuah rotor yang bersinggungan (bidang yang berputar) yang memiliki jumlah kutub yang sama sebagai statornya, dan dipasok oleh sumber eksternal arus DC. Tipe brush dan brushless exciters digunakan untuk memasok medan arus DC ke rotor. Arus pada rotor membentuk suatu hubungan kutub magnetik Utara-Selatan pada kutub-kutub rotor, yang memungkinkan rotor untuk “mengunci” dengan fluks stator yang berputar.
  • Dimulai sebagai sebuah motor induksi. Rotor synchronous motor juga mempunyai sebuah squirrel-cage winding yang dikenal sebagai Amortisseur winding, yang berfungsi menghasilkan torsi untuk menyalakan motor.
  • Synchronous motor akan dijalankan pada kecepatan sinkron sesuai dengan rumus:

Synchronous RPM =120 x Frekuensi/Banyak Kutub

Contoh:

kecepatan dari suatu synchronous motor yang memiliki 24 kutubdan bekerja pada frekuensi 60Hz adalah: 120 x 60 / 24 = 7200 / 24 = 300 RPM

Karakteristik Motor Sinkron

Terdapat beberapa sifat penting dari motor sinkron diantaranya adalah :

  1. Motor sinkron dapat bekerja pada power factor yang berbeda-beda baik power factor terlambat ( lagging ) atau power factor mendahului ( leading ) bila arus eksitasi dirubah.
  2. Motor sinkron tidak dapat start dengan sendirinya. Untuk start motor sinkron ini memerlukan bantuan peralatan tambahan yang dapat membantu berputar hingga mencapai kecepatan sinkron atau mendekati kecepatan sinkron hingga motor dapat bekerja normal.

Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi.

Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban (no-load), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis. Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke belakang, relative terhadap kutub stator . Tidak ada perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque .

Prinsip kerja

Prinsip kerja dari synchronous motor adalah sebagai berikut:

  • Amortisseur pada rotor menghasilkan Memulai Torsi dan Mempercepat Torsi untuk mempercepat synchronous motor.
  • Ketika kecepatan motor mencapai sekitar 97% dari papan RPM, medan arus DC diterapkan ke rotor untuk menghasilkan torsi tarikan dan rotor akan menarik langkah dan mensinkronisasi dengan medan fluks yang berputar di dalam stator. Motor akan dijalankan pada kecepatan sinkron dan menghasilkan torsi yang sinkron atau Synchronous Torque.
  • Setelah sinkronisasi, dorongan torsi tidak dapat ditingkatkan lagi atau motor akan menjadi di luar kendali. Kadang-kadang, jika kelebihan beban sesaat, motor akan slip dan sinkronisasi ulang. Perlindungan saat dorongan harus disediakan, jika tidak motor akan berjalan sebagai sebuah motor induksi arus tinggi dan memungkinkan kerusakan motor yang parah.

Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor akan berhenti. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.  Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.

ByNikisae Elevator

Tips panduan sebelum pasang lift rumah tinggal

pasang lift rumahLift rumah atau home lift dianggap pilihan yang ideal bagi keluarga yang mempunyai anggota keluarga penyandang disabilitas atau lanjut usia, sehingga memudahkan bagi mereka untuk bergerak naik dan turun lantai lain. Memilih lift untuk rumah tinggal anda yang tepat adalah keputusan yang sangat penting. Berikut ini kami akan jelaskan sedikit panduan sebelum pasang lift rumah

 

Mesin penggerak lift rumah/home lift yang paling banyak pada saat ini menggunakan motor traction. Karena mesin penggerak motor traksi mudah dioperasikan, aman, tenang, dan juga relative cepat. Namun, anda harus sangat berhati-hati saat memilih lift rumah murah untuk rumah tinggal anda . Sebuah kesalahan dalam memilih lift untuk rumah tinggal dapat menyebabkan kerugian bagi orang-orang yang akan menggunakanya.

Model Lift rumah tinggal/home lift

Saat ini, berbagai macam model lift untuk rumah banyak tersedia di pasaran dari produsen-produsen terkemuka, sehingga anda yakin untuk mendapatkan lift rumah yang sempurna yang sesuai dengan kebutuhan pribadi anda, desain rumah, dan anggaran. Banyak model yang tersedia mulai dari model standard sampai yang paling rumit yang dirancang menyesuaikan pilihan anda. Dan lift rumah/home lift didesain dan dirancang untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama dan bisa diandalkan.

Setiap model menawarkan pilihan dan fitur yang berbeda, sehingga lebih nyaman dan mudah digunakan. Yang termasuk fitur standar lift rumah yaitu alarm darurat, pintu swing manual, emergency stop, emergency light, telepon, door interlock, speed governor, Lampu otomatis off, dan sebagainya.

Hal yang perlu anda pertimbangkan dalam memilih lift rumah atau home lift

Ada beberapa faktor yang harus anda perhitungkan saat memilih lift untuk rumah tinggal anda, yaitu:

1. Kapasitas lift rumah atau home lift yang harus menjadi pertimbangan utama.

2. Desain interior, karena desain interior lift rumah berhubungan erat dengan estetika dan keindahan interior rumah tinggal anda.

3. Kecepatan lift, untuk kecepatan lift rumah lebih pelan daripada kecepatan lift penumpang. Kecepatan lift rumah biasanya 0,4 m/s.

4. Lokasi control panel lift dan cara operasi, untuk kontrol panel lift rumah standar-nya diletakkan disamping pintu lift di lantai paling atas tapi tidak menutup kemungkinan untuk ditempatkan di tempat lain, dengan syarat mudah dijangkau dan tetap bisa memonitor jalanya lift rumah.

5. Jenis mekanisme drive, harga serta jaminan keamanan adalah faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan.

6. Faktor terakhir namun penting dalam memilih lift untuk rumah tinggal anda yang tepat adalah reputasi dari distributor dan produsen lift.

error: