Author Archive Nikisae Elevator

ByNikisae Elevator

Tipe Elevator/Lift dengan mesin penggerak motor traksi

drum elevatorKonsep dasar dari lift/elevator yang mempergunakan motor traksi dapat dibedakan menjadi 2(dua) kelompok yaitu:

  1. Jenis Tarikan Langsung (drum type)
  2. Jenis Tarikan Gesek (traction drive)

A. Drum type Elevator

Cara operasi jenis ini seperti pesawat angkat yang dipakai pada crane-crane pada proyek konstruksi bangunan, yaitu dengan menggulung tali baja pada tabung gulung.

Pemakaian lift jenis ini pada lift penumpang tidak terlalu populer seperti pada lift traksi jenis motor pully. Hal ini disebabkan adanya beberapa keterbatasan dalam pemakaian. Oleh karena itu lebih jenis ini hanya dipergunakan untuk lift-lift dengan kapasitas kecil seperti pada lift perumahan (residential elevator) dan (lift pelayan) dumb waiter.

Adapun kelemahanya yaitu:

  1. Kecepatan yang dapat dicapai terbatas (± 15mpm).
  2. Kapasitas angkut terbatas (max. 200kg)
  3. Penggunaan tenaga listrik lebih boros (tanpa bobot pengimbang).

Oleh karena biasanya lift jenis ini mempunyai kecepatan rendan (<30mpm) maka jenis motor traksi yang dipakai kebanyakan motor AC (single speed).

B. Traction type Elevatortraction elevator

Lift jenis ini dapat digolongkan menjadi 2(dua) golongan yaitu:

1. Dilihat dari penggerak langsung atau tidak langsung dibagi menjadi 2(dua) jenis yaitu:

  • Geared elevator
  • Gearless elevator

2. Dilihat dari jenis motor traksi yang dipergunakan dapat dibagi menjadi 2(dua) jenis yaitu:

  • Lift traksi motor AC.
  • Lift traksi motor DC.

Geared elevator dengan penggerak motor AC biasanya dipergunakan pada lift berkecepatan rendah dan sedang. Sebaliknya Gearless elevator dengan penggerak motor DC (era dulu) sekarang sudah ada gearless elevator dengan penggerak motor AC dipergunakan dengan pada lift kecepatan tinggi namun dengan teknologi yang berkembang sekarang gearless elevator dengan penggerak motor AC juga mulai banyak dipakai untuk lift dengan kecepatan sedang dengan alasan bisa menghemat energi.

Performa dari semua jenis tersebut masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing dalam penggunaanya. Namun demikian dengan berkambangnya teknolodi sistem kontrol yang lebih modern (VVVF = Variable Voltage Variable Frequency) yang dilengkapi IPM (integrated Power Module) dll. Akhir-akhir ini timbul kecenderungan yang kuat untuk menggeser/ mengurangi penggunaan motor DC pada lift-lift keluaran terakhir dengan performance yang lebih baik dan lebih hemat biaya operasi.

Catatan:
1. Pada umumnya lift jenis ini peletakan motor traksi dan panel kontrol diatas ruang luncur (hoistway), namun demikian dalam beberapa kasus tertentu peletakan motor traksi dan panel kontrol ada yang diletakan di samping bawah atau disamping ruang luncur.

2. Ringkasan pada motor traksi:
a. Geared machine dengan motor:
AC single speed : 15 – 30 mpm
b. Geared machine dengan motor:
AC 2 speed : 30 – 45 mpm
c. Geared machine dengan motor:
AC VVVF : 45 – 210 mpm
d. Geraless machine dengan motor:
DC atau AC VVVF : >150 mpm

3. Selain jenis tersebut dan untuk mengatasi masalah dimana ketinggian bangunan yang terbatas, saat telah ada lift motor traksi yang tidak memerlukan ruang mesin (machine roomless).

ByNikisae Elevator

Berbagai Jenis dan type elevator/lift dan fungsinya

lift passenger atau lift penumpangPembagian jenis lift berdasarkan penggunaanya adalah:

1. Passenger Elevator.
2. Observation elevator (Panoramic Elevator, Lift Capsul).
3. Service Elevator.
4. Fireman Lift (Lift Pemadam Kebakaran).

Observation elevator adalah jenis lift penumpang yang sebagian besar dinding dan/ atau pintunya dilengkapi dengan kaca. Shingga memungkinkan penumpangnya dapat melihat kearah luar. Lift jenis ini biasanya dipasang pada pertokoan atau hotel yang memiliki pemandangan yang bagus.

Sedangkan lift Pemadam Kebakaran adalah lift penumpang atau lift service yang memiliki rancangan khusus sehingga tetap dapat beroperasi (dioperasikan khusus oleh petugas pemadam kebakaran) pada saat gedung mengalami kebakaran  (selama kamar mesin atau ruang luncur lift tersebut tidak mengalami kebakaran).

Adapun rancangan khusus tersebut antara lain:

1. Ruang luncur dan ruang mesin yang dirancang khusus.
2. Pintu-pintu hall yang dirancang khusus (minimal 2 jam harus tahan api).
3. Jenis kabel daya ( power cable) khusus dan terpisah dengan lift lain.
4. Diatur oleh sistem Fireman Operation.

 

ByNikisae Elevator

Jenis dan type elevator/lift berdasarkan pemakaiannya

Elevator bedasarkan muatanSecara umum jenis elevator / lift dilihat dari pemakaian muatan dapat digolongkan menjadi 3(tiga) kelompok yaitu:

1. Lift penumpang (passenger lift).
2. Lift barang (freight elevator).
3. Lift pelayan (Dumb waiter, lift barang berukuran kecil).

Lift pelayan (dumb waiter) sebenarnya termasuk dalam kategori lift barang namun oleh karena biasanya berkapasitas kecil antara 50kg s/d 300kg, maka lebih sering disebut lift pelayan (dumb waiter) daripada disebut lift barang.

Secara teknis lift-lift tersebut dapat kita bedakan pada interior dan perlengkapan operasi dari lift-lift tersebut. Juga pada sistem pengamanan operasi yang dipasang sebagian besar sama hanya pada dumb waiter sistem pengamanan operasi yang disediakan lebih sederhana.

Perbedaan tersebut akan semakin nyata apabila kita bandingkan antara lift barang untuk pabrik (besar) dengan penumpang yang dipergunakan didalam gedung-gedung diperkantoran.

Lift barang untuk pabrik (sesuai dengan kebutuhan) biasanya dilengkapi dengan pembukaan pintu-pintu yang lebih besar, baik dipasang dengan pembukaan secara horizontal (terdiri lebih dari dua daun pintu) maupun dipasang dengan sistem pembukaan pintu vertikal ( biasanya terdiri dari dua daun pintu atau lebih).

Perbedaan lain juga dapat dilihat pada cara penulisan kapasitas muatanya. Kapasitas yang digunakan pada COP (Car Operation Panel, Operation Panel Board) didalam kereta biasanya dinyatakan dalam kilogram (kg) atau (lbs) untuk jenis barang, sedangkan untuk lift penumpang seing dinyatakan dalam jumlah penumpang (person) atau kombinasi keduanya.

Akan tetapi perbedaan tersebut akan menjadi semakin tipis apabila kita perbandingkan lift penumpang dan lift barang yang terpasang dalam gedung perkatoran. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lift barang yang terpasang didalam gedung hunian dipersyaratkan juga untuk dapat mengangkut penumpang/ orang. Oleh karena itu pembagian jenis lift dapat juga dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Lift Penumpang (Passenger Elevator)
  2. Lift Service (Service Elevator, passenger-freight elevator)
  3. Lift Barang (Freight Elevator)
  4. Lift Pelayan (Dumb waiter)
ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 4

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 3”

D. Lekuk Dasar (Pit)

Ruangan dibawah dari ruang luncur yang fungsinya memberi kesempatan kereta untuk menghabiskan tenaga kinetik yang diredam oleh buffer pada saat lift mengalami jatuh ke pit.

  1. Peredam (Buffer)

Terletak di dua tempat, satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot imbang pada saat jatuh.

  1. Governor Tensioner

Merupakan pulli berbandul sebagai pemegang rope governor, terletak di pit.

  1. Stop Kontak

Terletak di dinding pit bagian depan sebagai sumber daya listrik sebagai penerangan pit pada saat melaksanakan perawatan atau perbaikan.

  1. Sakelar lekuk dasar (pit switch)

Terletak di dinding pit bagian depan sebagai sakelar pengaman bagi pekerja yang berada di pit.

E. Lobby Lift (Lift Hall)

  1. Lobi Lift (Lift Hall)

Ruang bebas yang terletak didepan pintu hall lift.

  1. Tombol Lantai (Hall Button)

Tombol pemanggil kereta di hall.

  1. Sakelar Parkir (Parking Switch)

Biasanya terletak di lobby utama di dekat tombol lantai (hall button), berfungsi untuk mematikan dan  menjalankan lift.

  1. Sakelar Kebakaran (Fireman Switch)

Biasanya terletak di lobi utama disisi atas hall button, berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control/ Fireman Operation.

  1. Petunjuk Posisi Kereta (Hall Indicator)

Biasanya terletak di transom masing-masing lift. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta.

 

ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 3

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 2”

C. Kereta (Car)

  1. Kereta (Car)

Kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (CWT) dengan tali baja lewat pully penggerak diruang mesin.

  1. Pintu Kereta (Car Door)

Terdiri dari beberapa bagian , antara lain door hanger, door sill, door panel dan door mekanisme yang mengatur buka-tutup pintu. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga salah satu pintu terbuka, lift tidak dapat dijalankan.

  1. COP (Car Operating Panel, Operating Panel Board)

Ada satu atau lebih COP, biasanya terletak pada sisi depan kereta (pada front panel). Pada panel tersebut terdapat tombol lantai dan tombol pengatur buka-tutup pintu.

  1. Interphone

Biasanya terletak pada COP (atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta, kamar mesin (machine room) dan ruang kontrol gedung.

  1. Alarm Buzzer

Terletak pada COP (OPB) berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain.

  1. Switching Box (biasanya menjadi satu dengan COP)

Biasanya terletak dibawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terdapat tombol-tombol pengatur.

  1. Floor Indicator

Nomor penunjuk lantai dan arah jalanya kereta. Biasanya terletak disisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP.

  1. Lampu Darurat (Emergency Light)

Biasanya terletak diatas atap kereta, fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat (listrik mati) dengan sumber dari battery.

  1. Sakelar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch)

Terletak pada pintu darurat diatas kereta. fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan.

  1. Sakelar tali baja (rope switch): optional

Terletak diatas kereta pada bagian pengikat tali baja(wire rope). Fungsinya untuk memastikan lift apabila ada salah satu tali baja (wire rope) kendor atau putus.

  1. Safety Link

Mekanisme penggerak alat pengaman (safety link) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor dikamar mesin. Berfungsi untuk menahan kereta over speed kebawah (didalam keadaan darurat).

  1. Selektor switch (untuk lift jenis lama)

Mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan selektor lift. Berfungsi untuk menghentikan kereta apabila selektor tape mengalami kerusakan (didalam keadaan darurat)

Kelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 1”

ByNikisae Elevator

Komponen elevator/lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 2

component elevatorKelanjutan posting “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-Bagian 1”

B. Ruang Luncur (Shaft/Hoistway)

Ruang luncur adalah lubang lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang diluarnya (kecuali untuk lubang 2 buah lift yang berdampingan).

  1. Ruang Luncur (Shaft/Hoistway)

Lubang lintasan kereta lift yang bebas hambatan antara pit sampai pada bagian lantai bawah ruang mesin lift.

  1. Rel (Guide Rail)

Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (counterweight). Ukuran rel untuk kereta biasanya lebih besar daripada rel untuk bandul pengimbang.

Terpasang tegak lurus dari bawah sampai keatas.

  1. Sakelar batas lintas (Limit Switch)

Ada 2 (dua) jenis sakelar batas lintas, yaitu untuk pembalik arah (direction switch) dan final switch. Biasanya terpasang pada rel kereta, terpasang dibagian atas dan bagian bawah rel. Berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai ruang mesin.

  1. Pelat Bendera (Floor Vane)

Dipasang pada rel yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door). Untuk jenis tertentu landing vane ditiadakan dan diganti dengan pulsa detector (encoder) di kamar mesin.

  1. Pintu pendaratan (Hall Door)

Terdiri dari beberapa bagian, antara lain: door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasangkan alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka lift dapat dijalankan.

Nama-nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letaknya, akan kami lanjutkan pada posting kami selanjutnya, yaitu: “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 3”

error: