Author Archive Nikisae Elevator

ByNikisae Elevator

Komponen lift berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 1

component elevatorNama-nama komponen lift/elevator berdasarkan letaknya dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu:

  1. Komponen pada Kamar Mesin.
  2. Komponen pada Ruang Luncur.
  3. Komponen pada Sangkar kereta.
  4. Komponen pada lekuk dasar (pit).
  5. Komponen pada lantai atau hall.

Mari kita bahas satu per satu apa saja komponen tersebut.

A. Kamar Mesin (Machine Room)

A.1. Panel-panel Kontrol.

  1. Panel distribusi (Distribution Panel)

Adalah panel penerima daya listrik dari panel sumber listrik utama dalam bangunan dan diteruskan ke panel lift.

  1. Panel Kontrol Lift

Terdiri dari satu atau beberapa panel yang berisi PCB dan mikrokomputer yang berfungsi untuk mengatur jalanya lift.

  1. Interphone

Biasanya terletak pada panel kontrol lift (atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara MR, Lift dan ruang kontrol.

A.2. Motor Traksi (Traction Machine)

  1. Motor Traksi (Traction machine)

Merupakan motor yang menggerakkan lift kearah naik maupun turun. Ada yang dihubungkan langsung dengan gigi ataupun tanpa roda gigi. Untuk lift dengan roda gigi biasanya disatukan dengan as yang dapat dipergunakan untuk penyelamatan penumpang dalam keadaan darurat.

  1. Rem

Tabung rem (break drum) biasanya terletak antara motor traksi dan kotak roda gigi (gear box) berfungsi untuk mengerem lift secara mekanikal (pada keadaan normal pengereman pertama biasanya dilakukan secara elektris pada motor).

  1. Pully tarik (driving sheave)

Terletak pada kotak roda gigi atau pada motor langsung, melalui gesekan tali baja (wire rope) merupakan penggerak langsung kereta lift.

A.3. Governor dan Selector

  1. Governor

Merupakan alat pengaman kecepatan lebih (over speed) yang berhubungan langsung dengan alat pengaman pada kereta dengan kawat baja (wire rope) yang berfungsi pada arah gerak sangkar turun.

  1. Pita pemilih lantai (floor selector)

Untuk lift lama peralatan ini biasanya berdiri sendiri akan tetapi untuk lift baru biasanya dipergunakan encoder yang disatukan dengan governor atau langsung ke as motor traksi. Fungsinya untuk mendeteksi posisi lantai kereta dalam ruang luncur (shaft).

A.4. Perlengkapan lainnya

  1. Lampu penerangan
  2. Ventilasi

Terdiri satu atau lebih exhaust fan dan grill.

  1. Peralatan Pengaman

Tempat perkakas khusus untuk pembukaan rem pada motor traksi. Biasanya diletakkan di dinding yang mudah dicapai.

Catatan: Untuk lift dengan sistem kontrol komputer biasanya disarankan dilengkapi dengan alat pengatur udara (air conditioning).

Nama-nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letaknya, akan kami lanjutkan pada posting kami selanjutnya, yaitu: “Nama Komponen Lift/Elevator berdasarkan letak dan fungsinya-bagian 2”

ByNikisae Elevator

Sekilas perkembangan sistem electrical elevator/lift

kontrol panel lift

kontrol panel lift

Sistem control elevator/lift pada awalnya perkembanganya diawali dengan cara sangat sederhana, yaitu dengan mempergunakan tenaga non mekanik (mesin).

Sejarah perkembangan lift modern sebenarnya baru dimulai sjak 1830-an setelah diperkenalkannya pasangan wire rope dengan pully pada lift untuk pertambangan di Eropa yang segera diikuti oleh negara-negara lain termasuk Amerika.

Sampai awal 1970 perkembangan tersebut dikatakan relatip lambat, namun sejak diperkenalkannya transistor dan produk semi konduktor lain untuk pemakaian pada sistem kontrol lift, sejak saat itu perkembangan sistem kontrol mengalami perkembangan lebih cepat (umur suatu type sistem kontrol kontrol hanya sekitar 5 tahun).

Sistem kontrol elevator secara garis besar mempunyai sistem pengaturan yang dapat dikelompokan menjadi 3 bagian:

1. Pengaturan pada sistem penggerak (driving control).
2. Pangaturan pada sistem operasional (operation control).
3. Pengaturan pada sistem komando (group contol).

Perkembangan sistem pengaturan tersebut akhir-akhir ini berkembang sangat pesat terutama setelah diperkenalkan sistem digital pada sistem kontrol lift.

Perubahan tersebut merupakan reaksi nyata dari para produsen lift pada umumnya atas tuntutan pelanggan akan peningkatan efisiensi baiya operasi dan performance pemakaian yang lebih baik.

Satu pihak perkembangan itu menghasilkan peningkatan performance dan effisiensi pemakaian, baik dalam hal penggunaan sumber daya listrik (energi), performance pemakaian maupun sistem perawatanya, namun disisi lain penanganan pada saat pemasangan, penyetelan ulang (re-adjustment) ataupun perbaikan kerusakan pada sistem kontrol memerlukan keahlian dan peralatan khusus untuk menanganinya.

Kecepatan perubahan tersebut juga berakibat memperpendek umur pergantian antar model (type) atau bahkan generasi sistem kontrol yang lama ke sistem kontrol yang baru dan ini memacu timbulnya paradigma baru didunia “ELEVATOR” yaitu “semakin meningkatnya ketergantungan pemakai lift kepada pemilik merek”.

 

ByNikisae Elevator

Cara Kerja Sistem Pengaman Lift/elevator – bagian 3

Lanjutan posting sebelumnya, yaitu “Cara Kerja Sistem Pengaman Lift – bagian 2”

C. Alat Pengaman di Kereta

1. Door Contact2 panel soor operator SO

a. Fungsi : Untuk mengunci pintu kereta.

b. Cara Kerja : Tidak seperti pada hall door, penguncian pintu kereta dilakukan pada door motor penggerak pintu. Pada alat ini juga dipasang rangkaian kontak listrik yang dipasang seri dengan alat pengaman yang lain.

microscan weco-917a2. Door Edge dan Light Curtain (Microscan)

a. Fungsi : Untuk menghindarkan penumpang terjepit pintu.

b. Cara Kerja : Kedua alat ini dipasang pada pintu kereta, yang mempunyai rangkaian kontak listrik yang dipasang seri dengan alat pengaman lain. Rangkaian ini akan terputus apabila door edge masuk atau photo cell (microscan) terhalang oleh sesuatu benda atau penumpang lift itu sendiri. Pada kasus tertentu dipergunakan sistem yang mempergunakan medan magnet dll.

3. Over load Deviceelevator overload device

a. Fungsi : Untuk menahan lift agar tidak jalan apabila terjadi muatan lebih.

b. Cara Kerja : Alat ini dipasang dibawah atau diatas kereta atau di ruang mesin. Juga mempunyai rangkaian kontak listrik yang dipasang seri dengan alat pengaman yang lain. Rangkaian ini akan terputus apabila terjadi beban lebih.

4. Emergency Exit (man hole)

a. Fungsi : Untuk mengunci motor traksi apabila terjadi proses evakuasi keatas kereta.

b. Cara Kerja : Rangkaian kontak listrik dipasangkan pada pintu emergency diatas kereta. Kontak akan terputus apabila pintu emergency dibuka.

5. Safety Gear (safety block)safety block

a. Fungsi : Untuk menghentikan kereta apabila terjadi kecepatan lebih kearah bawah.

b. Cara Kerja : Alat ini dipasang 2 (dua) buah, masing-masing dipasang dibagian bawah kiri dan kanan kereta. Alat ini bekerja berurutan dengan bekerjanya speed governor diruang mesin.

6. Rope switch (optional)

a. Fungsi : Untuk menahan lift agar tidak jalan apabila ada wire rope yang rusak.

b. Cara Kerja : Alat ini dipasang diatas kereta atau di ruang mesin. Juga mempunyai rangkaian kontak listrik yang dipasang sei dengan alat pengaman yang lain. Rangkaian ini akan terputus apabila salah satu rope kendor atau putus.

D. Alat Pengaman di Pit

1. Governor pit switch

a. Fungsi : Untuk memutus rangkaian pengaman apabila governor rope terjadi kelainan.

b. Cara Kerja : Merupakan rangkaian kontak listrik yang dihubungkan dengan alat pengaman lain. Kontak akan terputus apabila posisi bandul tidak memenuhi persyaratan operasi.

2. Buffer

a. Fungsi : Meredam tenaga tumbukan bandul pengimbang pada saat over travel/ jatuh.

b. Cara Kerja : Seperti shock absorber.

3. Compensating Switch (Bila diperlukan)

a. Fungsi : Untuk memutuskan rangkaian pengaman apabila compensating sheave terjadi kelainan.

b. Cara Kerja : Seperti governor switch.

Semoga bermanfaat.

ByNikisae Elevator

Cara Kerja Sistem Pengaman Lift/Elevator – bagian 2

Kelanjutan postingan yang berjudul “Cara Kerja sistem Pengaman Lift – bagian 1”

B. Alat Pengaman di ruang luncur

door interlock1. Door Lock

a. Fungsi: Untuk mengunci pintu hall

b. Cara Kerja: Alat ini bekerja berdasarkan pegas dan gravitasi dari pengait. Padanya dipasang kontak listrik yang dihubungkan dengan sistem pengaman yang lain secara seri, kontak tersebut akan selalu tertutup apabila pintu dalam keadaan tertutup dan sebaliknya. Cara pembukaan pintu biasanya dengan suatu alat khusus dan dianjurkan untuk tidak sembarang orang diijinkan untuk mempergunakanya.

2. Limit Switchlimit switch elevator

a. Fungsi: Untuk menjaga agar kereta tidak melewati batas lintasan yang diijinkan baik pada arah keatas maupun arah kebawah.

b. Cara Kerja: Alat ini merupakan kontak listrik yang digerakkan oleh sentuhan batang pengungkit yang dipasang pada kereta, dipasang di dua tempat, yaitu: pada main rail dibagian atas (setelah lantai teratas) dan dibagian bawah (setelah lantai terbawah). Alat ini terdiri dari 2 (dua) tingkat, yaitu Limit switch untuk pembalik arah dan limit switch final.

Sistem pengaman lift yang lain akan kami bahas pada postingan selanjutnya, yaitu: “Cara Kerja Sistem Pengaman Lift – bagian 3”

ByNikisae Elevator

Cara Kerja Sistem Pengaman Lift/Elevator – bagian 1

over speed governorLift adalah satu-satunya pesawat angkut manusia yang pada saat operasinya tidak dikemudikan atau dioperasikan oleh manusia sehingga semua penumpang lift sepenuhnya tergantung pada kehandalan dari teknologi lift itu sendiri. Oleh karena itu keyakinan akan berfungsinya alat pengaman pada saat operasi merupakan hal yang paling utama.

sebagian peralatan pengaman pada lift dipasang secara serial, sehingga apabila salah satu alat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya seluruh pesawat lift tersebut akan mati dan tidak dapat dioperasikan sampai dengan alat pengaman tersebut difungsikan kembali.

Adapun peralatan pengaman tersebut dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berdasarkan tempatnya, yaitu:

1. Alat pengaman di ruang masin
2. Alat pengaman di ruang luncur
3. Alat pengaman di kereta
4. Alat pengaman di pit

Baiklah akan saya jelaskan satu persatu alat pengaman tersebut.

A. Alat pengaman di ruang Mesin

Alat pengaman di ruang mesin dapat digolongkan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

  1. Alat pengaman bersifat listrik.
  2. pengaman mekanik

Oleh karena pengecekan alat pengaman bersifat kelistrikan memerlukan keahlian khusus dan hampir kesemuanya didalam kontrol panel, maka tidak akan kita bicarakan dipostingan ini. Yang akan kita bicarakan yaitu alat pengaman yang bersifat mekanik.

Alat pengaman mekanik yang ada di ruang mesin antara lain:

1. Speed Governor

a. Fungsinya: Untuk mendeteksi kecepatan lebih (arah turun) dan mengaktifkan mekanis pengaman yang ada di kereta (safety device). Biasanya alat tersebut telah diset dari pabrik pada 110% & 115% dari kecepatan nominal lift.

b. Cara kerja: Puli governor dihubungkan dengan kereta dan mempunyai sistem bandul yang akan bekerja berdasarkan kecepatan centrifugal akan mengaktifkan suatu mekanisme yang dapat mengunci rope governor sehingga tali baja (rope governor) menarik safety block (safety gear) yang berada di kereta dan menguncinya sehingga kereta terkunci pada rel.

Alat ini juga dihubungkan dengan rangkaian pengaman elektrik yang akan bekerja pada kecepatan 110% dari nominal kecepatan lift. Sehingga sebelum pengaman mekanik bekerja, speed governor akan memutus arus listrik yang ada di panel control dan selanjutnya alat pengaman mekanik bekerja.

2. Rem Mekanik

a. Fungsi: Untuk memastikan lift berhenti

b. Cara kerja: Rem ini bekerja berdasarkan pegas yang dipasang pada dudukan sepatu rem yang cara pembukaanya digerakkan oleh koil rem yang dialiri arus listrik DC (biasanya 110 Vdc). Semua peralatan pengaman dihubungkan dengan coil rem ini. Pada saat motor traksi mati maka rem ini akan menutup. Untuk membuka rem ini (saat darurat) diperlukan peralatan khusus yang biasanya disediakan di ruang mesin.

Sistem pengaman lift yang lain akan kami bahas dipostingan selanjutnya, yaitu: “Cara Kerja sistem Pengaman Lift – bagian 2”.

ByNikisae Elevator

Tips Cara Pemakaian dan Perawatan Lift yang baik dan benar

perawatan lift

Lift/Elevator adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi, biasanya lebih dari 3 lantai atau 4 lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator. Lift/Elevator pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan mereka.

Lift merupakan sarana transportasi yang unik, dimana alat transportasi ini tidak dikemudikan/ dioperasikan oleh manusia melainkan dikendalikan oleh sebuah control sistem. Jadi kehandalan control sistem ini menjadi jaminan keselamatan dari penumpang pesawat lift tersebut. Jadi ketika kita masuk kedalam lift maka kita menyerahkan keselamatan kita pada sebuah control system. Oleh sebab itu keyakinan akan kehandalan control sistem dan berfungsinya alat pengaman lift pada saat beroperasi merupakan hal yang paling utama.

Beberapa fakta unik tentang lift/elevator, yaitu:

  1. Elevator atau lift merupakan satu-satunya pesawat transportasi orang atau barang yang pada saat pengoperasianya tidak (atau bahkan tidak dapat) dioperasikan langsung oleh manusia.
  2. Penumpang elevator/ lift adalah penumpang yang mau tidak mau mempercayakan (keselamatan) sepenuhnya pada kehandalan sistem dari pesawat lift tersebut.
  3. Pesawat lift adalah salah satu alat transportasi yang sepanjang hidupnya berhubungan langsung dengan berbagai kondisi lingkungan dan persyaratan teknis yang berada dilingkunganya.
  4. Elevator/ lift adalah alat transportasi yang sepanjang hidupnya selalu berhubungan dengan perkembangan teknologi yang dipergunakanya (terutama pada sistem kontrol).

a. Masalah Perawatan

Mengingat elevator/ lift adalah alat transportasi angkut manusia dan barang yang unik, maka pekerjaan perawatan pesawat lift bukan merupakan pekerjaan yang sederhana, karena:

  1. Banyaknya variasi teknologi yang dipergunakan pada lift memerlukan pengalaman penanganan yang mendalam.
  2. Tingkat ketelitian yang tinggi untuk sebagian besar peraltan, baik itu peralatan mekanik ( terutama peralatan mekanik diruang luncur) ataupun peralatan elektrik (electronic, komputer) sangat memerlukan tingkat ketelitian dan perhatian yang amat khusus.
  3. Umur masing-masing komponen sangat tergantung pada kondisi/ lokasi gedung, sehingga diperlukan pendataan dan pengamatan siklus yang lebih cermat.

b. Umur Pakai dan kualitas perawatan

Umur pakai pesawat lift tergantung dari kwalitas perawatanya, disamping pada kwalitas pemakaian pesawat lift itu sendiri. Secara umum kualitas perawatan yang baik dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan perawatan lift dilakukan sesuai dengan standar baku (dibakukan oleh pabrikan, pembuat lift tersebut).
  2. Pelaksanaan perawatan dikontrol oleh tenaga ahli yang diakui oleh pabrikan (yang selalu memperbaharui sistemnya secara terus menerus melalui program training).
  3. Tersedianya cukup peralatan (tools) yang memadai untuk melaksanakan perawatan sesuai dengan teknologi yang dipergunakan pada lift yang bersangkutan.
  4. Menerapka perawatan sistem “preventive maintenance” dengan menepati pergantian spare parts pada waktunya.
  5. Dilaksanakan oleh Agen/ Distributor resmi yang ditunjuk pabrikan (pemilik merk).

Oleh karena itu melaksanakan perawatan lift dengan baik merupakan suatu keharusan, kenapa? Alasanya karena, sebagai berikut:

  1. Untuk menjaga keamanan penumpang dan peralatan lift itu sendiri.
  2. Menjaga agar lift selalu dalam kondisi siap operasi setiap saat dengan aman dan nyaman.
  3. Untuk memperpanjang umur pakai dari pesawat lift itu sendiri.

[table id=7 /]

error: