Empat kecelakaan tragis di lift/ Elevator dan eskalator

Keberadaan mesin memang menjadi teman dekat kehidupan manusia. Namun bila kita ceroboh, mesin tersebut malah bisa berbalik jadi alat pembunuh paling sadis.

Pernah terbayangkah Anda bila mesin tangga berjalan (eskalator) atau lift yang banyak dijumpai di mal atau perkantoran bisa mengakhiri nyawa Anda seketika?

Memang jika dipikir tidak mungkin, atau mungkin tapi potensinya sangat kecil. Namun jangan salah, mesin-mesin itu dapat melumat habis badan korban bahkan memutuskan kepala korban sampai tewas.

Berikut empat kecelakaan tragis di lift dan eskalator dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

  1. Perempuan China ini tewas terjepit lift saat main handphone.

perempuan-china-ini-tewas-terjepit-lift-saat-main-handphone-rev2

Seorang perawat perempuan di wilayah Luohu, Kota Shenzhen, sebelah selatan China, tersangkut di lift saat dia sedang asyik bermain telepon seluler. Perempuan bernama Wang, 24, itu terseret hingga tiga lantai. Saking asyiknya bermain telepon seluler dia tidak tahu pintu lift itu rusak.

Kejadian itu berlangsung di gedung Changhong Tower di Jalan Woodcrest Hill pekan lalu, seperti dilansir situs asiaone.com, Senin (27/5/014).

Cuplikan rekaman video yang tersebar di Internet memperlihatkan Wang sedang asyik bermain telepon seluler ketika peristiwa nahas itu terjadi.

Saksi mengungkapkan lift itu telah melewati 22 lantai gedung dengan membawa empat orang. Ketika berhenti di antara lantai dua dan tiga lift itu macet.

Wang rupanya tidak memperhatikan keadaan lift. Dia malah sibuk bermain telepon seluler sambil berjalan hendak keluar lift hingga akhirnya dia tersangkut ketika pintu lift menutup.

Lift itu kemudian bergerak turun lagi ke lantai satu setelah 20 detik. Wang dilaporkan tewas karena kepalanya terpenggal.

2. Tersangkut di lift, perempuan Rusia tewas dengan kepala putus

tersangkut-di-lift-perempuan-rusia-tewas-dengan-kepala-putus-rev2Seorang ibu muda di Ibu Kota Moskow tewas dengan kepala terpenggal lantaran terjepit pintu lift. Peristiwa tragis ini terjadi di hadapan putranya sendiri yang baru berusia 2,5 tahun, Maxim.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, (13/02/2014), diketahui sang ibu bernama Olga Tilinina baru selesai berjalan-jalan dengan putra kecilnya dan memutuskan kembali ke apartemen.

Saat Tilinina lift terbuka di lantai dasar, ibu muda ini segera memasuki lift itu. Namun nahas, pintunya secara mendadak langsung menutup.

“Kaki belakangnya langsung terperangkap terjepit lift, sebelum terjepeit sang ibu sempat mendorong putranya dengan menyusupkan kepala dan tangan di sela-sela pintu lift.Tapi, lift yang terus bergerak memaksa kepala Tilinina tersangkut di langit-langit lift, hingga memaksanya terlepas dari tempat yang seharusnya,” demikian kesaksian para saksi mata yang melihat kejadian ngilu tersebut.

Tilinina tewas mengenaskan. Kepalanya terjatuh di lantai dasar dengan tubuh terhimpit.

“Kondisinya mengenaskan, isi perutnya tercecer, wajahnya tidak lagi bisa dikenali, Maxim mengalami trauma dan hanya bisa berkata soal kaki mamanya yang terjepit lift,” ujar salah seorang teman Tilinina bernama Mikhail.

Kejadian ini membuat pihak apartemen segera memeriksa lift mereka dan biro investigasi Rusia pun ikut turun tangan. Polisi memeriksa pengembang apartemen lantaran beberapa warga sudah sering mengeluhkan tentang lift tidak berfungsi baik itu.

Diketahui saat kejadian suami Tilinina tengah mengantar anak mereka yang lain, Ego.

3. Leher bocah terjepit eskalator di ITC Kuningan Jakarta

leher-bocah-terjepit-eskalator-di-itc-kuningan-jakarta-rev2Seorang bocah perempuan yang belum diketahui identitasnya terjepit eskalator di ITC Kuningan Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan. Akibat kejadian ini korban mengalami luka di leher dan pingsan seketika.

“Lukanya di leher, saya tadi nggak berani lihat. Anaknya langsung pingsan tadi,” terang Umi, saksi mata yang ditemui di lantai dasar ITC Kuningan, Kamis (15/11/2014).

Umi mengatakan peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban naik eskalator dari lantai baseman ITC Kuningan. Saat naik eskalator tersebut, korban selalu menengok ke arah bawah. Saat itu kepala bocah nahas tersebut melongok ke bawah dan melewati handle atau pegangan tangan.

Korban tidak menyadari bahwa ada tiang beton yang hanya berjarak beberapa centimeter dari handle. Karena terus melihat ke arah bawah, leher bocah tersebut terjebit di antara handle dan ting beton. Sementara itu, eskalator terus melaju sehingga membuat leher korban semakin terjepit di antara handle dan tiang beton.

“Dia mau naik ke atas ngeliatnya ke arah bawah terus,” jelasnya.

Melihat kejadian itu, petugas langsung memberhentikan laju eskalator. Korban sendiri dalam keadaan pingsan dan dibawa ke Posko Kesehatan di lantai basement oleh petugas. Petugas pun langsung membersihkan eskalator tersebut.

4. Tragis, eskalator di China telan seorang ibu hingga tewas

tragis-eskalator-di-china-telan-seorang-ibu-hingga-tewas-rev2Rekaman gambar kamera pengawas (CCTV) di sebuah mal di Jingzhou, China, terlihat cukup mengenaskan.

Seorang ibu bersama anak lelakinya yang masih berusia dua tahun dikagetkan dengan rubuhnya pijakan eskalator saat tangga berjalan itu bergerak naik.

Tidak ada yang menyangka jika pijakan eskalator berbahan metal bisa jeblos dan mengakibatkan sang ibu tersangkut di dalamnya serta membawanya masuk ke putaran tangga berjalan tersebut.

Dua petugas mal yang melihat hal itu sudah berusaha semaksimal mungkin meraih tangan sang ibu, namun mesin tersebut lebih kuat menarik seluruh badan ibu malang itu.

Untungnya, sang ibu berhasil menyerahkan sang anak ke petugas mal yang berdiri di dekat eskalator itu sehingga dia selamat, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Selasa (28/7).

Sang ibu diketahui bernama Xiang Liujan (31). Dia akhirnya ditemukan tidak selamat dalam operasi pertolongan oleh pihak pemadam kebakaran selama empat jam.

Namun pihak mal diketahui sulit dimintai konfirmasi walau CNN telah mencoba meneleponnya berulang kali.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *