+62 812 8836 9098 nikisaetorindoperdana@gmail.com

Bagaimana Asal Usul dan Cara Kerja Escalator

asal usul escalatorEskalator yang kita kenal seperti sekarang adalah hasil karya charles d seeberger pada tahun 1897. Ia juga yang menggunakan nama “escalator”, yang di ambil dari kata latin “scala” yang artinya “langkah” dan elevator. seeberger dan otis kemudian merancang eskalator publik pertama yang digunakan di paris exhibition tahun 1900 dan memenangkan hadiah pertama. seeberger kemudian menjual hak patennya kepada otis pada tahun 1910.

Kini, di gedung-gedung bertingkat, termasuk pusat-pusat perbelanjaan, eskalator seakan sudah menjadi fasilitas yang wajib ada. Demikian pula dengan lift. Memang, ada kengerian menapakkan kaki ke atasnya, terutama pada mereka yang baru pertama kali (hendak) menggunakannya. Wajar saja, karena kaki harus menginjak anak tangga yang bergerak.

Cara kerja eskalator memang mirip ban berjalan. Sebuah motor listrik memutar gir di bagian atas eskalator yang kemudian menggerakkan sepasang rantai yang menghela anak-anak tangga. Biasanya sebuah eskalator menggunakan motor berkekuatan 100 tenaga kuda untuk memutar gir tadi. Motor dan sistem rantai itu “dikandangkan” di dalam truss, sebuah struktur baja yang membingkai eskalator.

Satu hal yang mengagumkan dari eskalator adalah bagaimana anak tangga itu bergerak. Setiap anak tangga memiliki dua set roda, yang berputar sepanjang dua rel yang berbeda. Roda atas (dekat anak tangga) disambungkan ke rantai yang berputar, yang ditarik oleh gir atas. Roda lainnya hanya berputar sepanjang lintasannya, mengikuti gerakan roda pertama. Rel tadi dipisah sedemikian rupa sheingga setiap anak tangga akan selalu dalam posisi datar. Masing-masing anak tangga memiliki serangkaian kaitan di dalamnya, sehingga tidak lepas dengan anak tangga di belakang atau di depannya selama proses pemutaran oleh gir.

Supaya keseimbangan orang yang naik eskalator terjaga, dibuatlah pegangan tangan (handrail) berupa sabuk karet yang kecepatannya diatur seirama dengan kecepatan anak tangga. Meski kecepatannya sedeang-sedang saja (27 – 55 m per menit), daya angkut eskalator tak bisa disepelekan. Pada kecepatan 44 m per menit, eskalator sanggup mengangkut 10.000 orang setiap jamnya!

Fleksibilitas eskalator membuatnya cocok untuk pusat perdagangan, tempat hiburan, kantor, atau penggunaan lainnya. Namun, Otis tetap mengutamakan keselamatan pengguna. Ada deflektor khusus yang mencegah benda tidak masuk ke handrail entry box. Penggunaan bahan potongan alumunium yang tak mudah lepas menjamin kekuatan anak tangga.

Faktor estetika juga amat diperhitungkan. Desainnya harus sesuai dengan interior bangunan agar terlihat makin elegan dan aman.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018

hargalift

No description.Please update your profile.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.




You might also likeclose