Untuk mengetahui apa dan bagaimana design sebuah Lift Penumpang/Passenger Lift maka kita perlu tahu apa saja bagian-bagian komponen dari lift itu sendiri, maka yang pertama akan kita bahas adalah bagian-bagian komponen lift. Ditinjau dari sistem transportasi, secara garis besar komponen lift dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
Bagian 1 : Komponen diam atau tak begerak, yang terdiri dari:
a. Rel pemandu
b. Penyangga / peredam (buffer)
c. Mesin traksi / mesin hidrolik
d. Motor penggerak
e. Pintu-pintu lantai
Bagian 2 : Komponen-komponen bergerak, yang terdiri dari:
a. Kereta
b. Bobot imbang atau counterwight
c. Tali baji atau wire rope
Bagian 3 : Komponen pelengkap, yang terdiri dari:
a. Diruang mesin: kendali governor atau pengindra kecepatan
b. Diruang luncur : sinyal dan saklar-saklar
Bagian 4 : Peralatan pengaman, yang terdiri dari:
a. Mekanis (safety gear)
b. Elektris (switch)
Nah untuk menghasilkan kerja lift yang sempurna semua komponen tersebut harus saling mendukung, masing-masing komponen tersebut harus bisa menjalankan tugasnya. Jika tidak, maka lift akan mengalami masalah dan tidak aman untuk dipergunakan karena menyangkut keselamatan penumpangnya.
Ssejarah perkembangan pesawat lift sejak 1855 telah menghasilkan banyak sekali penemuan-penenmuan jenius, dan bermacam-macam paten. Sebagai contoh, rel pemandu pada masa awal lift komersil, dibuat dari kayu dan berbentuk profil bulat atau segi empat. Pada waktu itu operasi lift berangkat dan berhenti harus dilakukan oleh pelayan (atendan) didalam kereta yang memutar roda kemudi. Atendan juga harus membukan pintu secara manual jika lift telah sampai dan menutup pintu jika mau berangkat.
Sejak tahun 1924 pesawat lift telah mengalami banyak kemajuan luar biasa, karena serba electric signal control, electric door operation. Seorang atendan masih dibutuhkan untuk menutup pintu cukup dengan menekan tombol. Atendan harus memutar roda kendali untuk memulai mberangkat. Hebatnya lift telah pandai berhenti sendiri pada tiap-tiap lantai dimana ada calon penumpang, dan akan berbalik arah dengan sendirinya, jika semua pelayanan telah selesai.
Sekian dulu postingan saya kali ini, akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya, yaitu “Bagian-bagian komponen lift ditinjau dari sistem transportasi-bagian 2”